Informasi yang berhasil dihimpun, korban adalah pekerja proyek bendung gerak yang bekerja di dekat lokasi. Saat kejadian, korban sedang berenang di sungai dan tiba-tiba hilang terbawa arus Bengawan Solo.
"Kabarnya memang korban adalah pekerja proyek yang sedang berenang dan tiba-tiba hilang. Sampai sekarang jenazahnya belum ditemukan," ujar Joko, salah satu warga di sekitar lokasi.
Kabar tersebut cepat sekali menyebar. Puluhan warga sudah berkerumun di sekitar lokasi dan sebagian ikut melakukan pencarian dengan menyisir setiap sudut sungai. Bahkan, tak jarang yang nekat masuk ke dasar sungai untuk mencari keberadaan korban bersama petugas SAR yang juga telah berada di lokasi kejadian.
"Korban itu tenggelam saat berenang. Tapi, dia itu bukan warga setempat. Melainkan warga asal Blora," jawab Sudiyono, Kepala Desa setempat. "Saat ini, masih dilakukan pencarian dan jenazahnya belum ditemukan," sambungnya.
Menurut beberapa saksi, peristiwa ini berawal saat korban bermaksud menyeberangi sungai. Entah dengan alasan apa, dia tidak melewati bendung gerak, malah memilih untuk berenang. Akhirnya, baru sampai di tengah sungai, tubuhnya terlihat timbul tenggelam.
Melihat itu, beberapa pekerja yang berada di pinggir mulai was-was. Ternyata benar, saat dilakukan pengecekan oleh beberapa pekerja, tubuh korban sudah tidak lagi terlihat berenang di sungai. Ia seperti hilang ditelan air Bengawan Solo.
(bdh/bdh)











































