Orang pertama yang menemukan peluru tua ini adalah Sutomo (40) warga setempat yang sedang mencari kerang di pinggiran Sungai Bengawan Solo di pinggiran timur desa.
"Saat mencari kerang dengan menggaruk-garuk pasir, tangan saya memegang benda keras. Karena penasaran kemudian saya ambil. Ternyata peluru besar antik," kata Sutomo kepada wartawan.
Setelah diambil, barang tersebut kemudian diangkut menggunakan rakit. Namun karena khawatir terjadi apa-apa, dirinya lantas lapor ke Polsek Kota Bojonegoro. Selanjutnya, polisi mendatangi lokasi mengamankan barang beserta lokasi penemuannya.
Setelah itu, mortir dengan berat 80 kg diamankan menuju Benglab di Jalan Untung Suropati Bojonegoro. Diduga, mortir tersebut masih aktif. Sedangkan tahun dan type lainnya masih belum diketahui. Diameter mortir diperkirakan 30 cm.
Menurut keterangan Tim Pemeliharaan (Timhar) Kodim 0813 Bojonegoro Peltu Suroto, masih tampak cincin pada pangkal mortir. Sehingga petugas juga berhati-hati agar tidak meledak.
"Semua masih komplit, mulai paus, penggalang. Namun yang kelihatan baru penggalang saja," ujarnya.
(fat/fat)










































