Kelima tuntutan itu diantaranya, FPKP meminta penyidik polisi segera memanggil anggota Pokmas (Kelompok Masyarakat) "Maju Bersama" di Desa Nylabu Laok yang diduga menggelapkan 15 ekor sapi.
"Untuk mengungkap adanya dugaan korupsi dibalik pengadaan sapi kereman itu, kami minta polisi segera melakukan penyelidikan atas Pokmas Maju Bersama Desa Nylabu Laok," pinta Zainollah, Jumat (12/8/2011).
Korlap aksi, Zainollah membeberkan penyelewengan dana pengadaan 15 ekor sapi di Desa Nylabu Laok itu diduga kuat juga dilakukan pengurus 19 Pokmas se Kabupaten Pamekasan.
Dugaan penyelewengan dana pengadaan 15 ekor sapi itu telah dilaporkan formal ke polisi. Pelapornya adalah pengurus LSM Gerindo Pamekasan. Namun, sampai sekarang polisi belum menetapkan seorang pun dari pengurus pokmas menjadi tersangka.
Zainollah mensinyalir ada oknum wakil rakyat Pamekasan yang ikut bermain dalam penyelewengan dana pengadaan sapi tersebut. Zainollah menuntut polisi melakukan penyidikan mendalam atas kasus sapi itu.
"Ada apa dengan polisi. Jangan sampai polisi bermain mata dengan pengurus pokmas yang diduga menyelewengkan dan pengadaan sapi," tandas Zainollah.
Wakapolres Pamekasan, Kompol Ahmad Husein mengatakan, pihaknya telah
menyelidiki atas dugaan penyelewengan dana pengadaan sapi tersebut. Polisi terus mengembangkan dan mendalami kasusnya.
"Saya menjamin, anggota reskrim terus melakukan penyelidikan atas kasus dugaan penggelapan dan pengadaan sapi tersebut," kata Kompol Husein menutup wawancara dengan wartawan usai demo.
(fat/fat)











































