Mendapatkan laporan warga, petugas dengan cepat mendatangi lokasi kejadian bersama tim gegana dari Detasemen B Brimobda Ampeldento.
Menurut keterangan Abe (31), seorang warga yang pertama kali menemukan bungkusan itu mengatakan, bahwa ketika dirinya hendak membuka toko melihat sebuah bungkusan berwarna hitam tergeletak di tengah jalan.
"Saya lihat dan hampiri barang itu, tapi kemudian ditegur ibu agar jangan mendekat," ujarnya ditemui wartawan di rumahnya.
Ia mengungkapkan, sempat mengangkat bungkusan itu yang diperkirakan mempunyai berat sekitar 2 sampai 3 kg itu. Kecurigaan semakin menjadi disaat dirinya melihat bungkusan itu terbungkus rapi oleh kertas koran. "Rapi banget mas, di bagian bawah apalagi, yang menunjukkan adanya benda yang memberatkan kardus sebesar kemasan air mineral," ungkapnya.
Ia mengaku, pasca melihat dari dekat kardus itu, dirinya meninggalkannya kembali di lokasi ditemukan, untuk mengantar istrinya ke pasar. Namun selang berapa menit kembali aparat kepolisian telah berdatangan di lokasi. "Memang takut saat mengetahui benda itu, karena saya kira itu bom," akunya.
Dengan perlengkapan yang dibawa tim gegana datang ke lokasi langsung mengevakuasi bungkusan itu, untuk diteliti.
Kapolres Malang Kota AKBP Agus Salim menuturkan, proses penguraian telah dilakukan oleh tim gegana setelah berhasil mengevakuasi bungkusan itu.
Dengan proses itu kemudian diketahui bahwa kardus itu berisi sampah rumah tangga. "Sudah diurai, isinya hanya sampah," tegasnya dikonfirmasi terpisah.
Menurutnya tindakan warga telah tepat yang sebelumnya telah berhati-hati dalam mencurigai kondisi di sekitarnya dengan kemudian melaporkan kepada aparat kepolisian. "Peran aktif warga perlu untuk menjaga keamanan di wilayah kami," katanya.
(bdh/bdh)










































