Tiga jalur alternatif, yang mengalami kerusakan berada di Kecamatan Deket, Kecamatan Pucuk, serta Kecamatan Sukodadi. Kerusakan terparah terjadi wilayah Kecamatan Solokuro dan Karang Binangun.
Jalur alternatif yang menghubungkan jalan raya pantura Lamongan dengan jalan Raya Dean Deadles ini biasanya digunakan pengguna jalan menuju wilayah Tuban atau Gresik, bila di jalur poros pantura Lamongan mengalami kemacetan.
Namun saat ini, jalur alternatif sepanjang 25 Km ini sebagian besar aspalnya mengelupas. Bahkan di sejumlah titik kondisi fisik jalan ambles.
Kerusakan terparah diantaranya terjadi di jalan raya di Desa Takeran, Kecamatan Solokuro. Kerusakan diduga akibat sering dilalui kendaraan besar, sementara kondisi tanah yang labil membuat jalan menjadi amblas.
Salah seorang pengguna jalan, Darum mengaku, rusaknya jalan ini mengganggu pengguna. Selain dapat merusak kendaraan rusak, juga rawan kecelakaan terutama bagi pengguna kendaraan roda dua.
"Pengendara roda dua yang kurang waspada kemungkinan besar akan terjatuh karena jalan rusak cukup parah," tuturnya.
Darum menambahkan, bila tidak segera diperbaiki, maka rusaknya jalan sangat mengganggu para pemudik yang menggunakan jalur alternatif ini saat lebaran nanti.
Sementara, Menurut Kasatlantas Polres Lamongan AKP Paulus Sujatmiko mengatakan, dari ketiga jalur alternatif tersebut, jika dalam kurun waktu H-10 lebaran belum ada perbaikan, maka akan dipasang banner imbauan yang menyatakan jalur tak bisa digunakan sebagai jalur alternartif.
"Kami akan mencoba untuk memberi peringatan kepada penguna jalan dengan memasang banner," ujarnya.
Sedangkan untuk jalur poros Surabaya Lamongan, saat ini masih dilakukan perbaikan dan diperkirakan akan selesai sebelum H-7 lebaran.
(bdh/bdh)










































