Subaidah langsung pingsan setelah melihat kobaran api mengepung rumahnya yang berdempetan dengan rumah Suyanto, kakaknya. Kontan sejumlah warga mengevakuasi Subaidah ke sebuah surau bambu milik tetangganya.
"Warga baru mengetahui setelah api sudah membesar. Sebab, sebagian besar warga yang tinggal bertetangga dengan Subaidah sedang memanen daun tembakau," beber Sanhaji, pamong Desa Konang.
Karena lokasi kebakaran berada di ujung kampung berjalan setapak, maka mobil PMK tak bisa menerobos masuk TKP. Akhirnya, puluhan warga bergotong royong memadamkan api.
"Beruntung rumah yang terbakar itu berdekatan dengan sungai. Warga tak
sulit mendapatkan air," sambung Sanhaji. Sanhaji mengaku meminjamkan mesin pompa air dan slang penyiram kebun tembakau untuk memadamkan api.
Kapolsek Galis AKP Duduk Harjanto, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. "Untuk sementara, kami menduga konsleting listrik di rumah Suyanto merupakan penyebab kebakaran," ujar AKP Duduk.
Hingga pukul 13.00 WIB, warga masih melakukan pembasahan puing-puing rumah yang ambruk ke tanah itu. Dua unit rumah Subaidah dan Suyanto nyaris berdempetan. Rumah kakak adik itu hanya dibatasi lorong selebar 1 meter.
(fat/fat)










































