Selain tadarus, acara itu dimanfaatkan untuk mengajari para napi yang belum bisa membaca Al-Quran.
Pantauan detiksurabaya.com, 300 napi tampak antusias mengikuti acara tersebut. Dengan memakai baju koko dan kopiah warna putih, mereka masuk masjid.
Usai salat dzuhur berjamaah, tadarus dan belajar membaca Al-Quran dimulai. Seketika suasana masjid menjadi riuh oleh suara para napi membaca Al-Quran.
Bagi napi yang belum bisa membaca Al-Quran dikumpulkan dan kemudian diberi pelajaran membaca kitab suci tersebut.
Muchsin, salah seorang napi mengatakan dirinya sangat senang mengikuti acara tersebut. Selain beribadah, acara tersebut bisa dijadikan momentum untuk bertaubat.
"Saya bahagia. Saya bisa merenungkan semua kesalahan saya," kata Muchsin, Kamis (4/8/2011).
Sementara menurut Kalapas, Acep Fachrudin, kegiatan kerohanian selama ramadan akan ditingkatkan. Selain tadarus dan belajar, salat tarawih juga dilakukan dengan ceramah agama.
"Kami berusaha meningkatkan intensitas kegiatan keagamaan selama ramadan ini," ujar Acep.
(fat/fat)











































