Mamin Kadaluwarsa Beredar di Swalayan Pacitan

Mamin Kadaluwarsa Beredar di Swalayan Pacitan

- detikNews
Rabu, 03 Agu 2011 13:57 WIB
Pacitan - Sejumlah makanan dan minuman kadaluwarsa ditemukan di sejumlah toko di Pacitan. Sebagian lainnya diketahui dijajakan dengan kemasan rusak. Hal itu terbongkar saat razia gabungan yang melibatkan Polres Pacitan, Satpol PP dan Dinas Kesehatan setempat.

Operasi dimulai dari salah satu swalayan di Arjowinangun. Pada saat bersamaan, tim lain melakukan sidak ke sejumlah toko serba ada di Jalan Panglima Sudirman. Di tempat itulah petugas menemukan makanan dan minuman tidak layak konsumsi.

Diantara jenis bahan makan berbahaya tersebut berupa minuman kalengan yang masa kadaluwarsanya jatuh 22 Juli 2011. Sedangkan untuk jenis makanan berupa daging kalengan dan susu formula tersebut, mengalami kerusakan kemasan. Barang-barang tersebut selanjutnya dibawa tim untuk diperiksa.

"Kemasan rusak, resikonya terkontaminasi bakteri clostridium bacterium. Kalau dikonsumsi bisa mengakibatkan diare," ujar Siti Kalimah, petugas sanitarian Puskesmas Tanjungsari yang ikut dalam razia, Rabu (3/7/2011).

Siti mengaku maraknya peredaran makanan kadaluwarsa harus menjadi perhatian serius. Warga pun diminta ikut melakukan pemantauan serta lebih cermat dan teliti saat berbelanja. Antara lain dengan memerhatikan kondisi fisik dan tanggal kadaluwarsa yang tertera pada kemasan.

Dikonfirmasi di sela sidak, Kasat Sabhara Polres Pacitan AKP Suyanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin menyambut datangnya Idul Fitri. Apalagi, saat tersebut masyarakat biasanya berbondong-bondong belanja ke toko untuk memenuhi kebutuhan lebaran.

Apakah razia hanya digelar di toko swalayan saja? Suyanto menegaskan, razia juga akan dilakukan ke toko-toko lain termasuk diantaranya pasar tradisional.

"Sudah kami jadwalkan. Yang jelas di bulan ini juga," paparnya.

Sebelumnya, saat didatangi petugas, pemilik toko di Jalan Panglima Sudirman bernama Suharti sempat mengeluhkan pemeriksaan yang dilakukan mendadak tersebut. Dia pun mempertanyakan alasan petugas yang hanya memeriksa toserba. Padahal di toko dan pasar tradisional, disinyalir terdapat lebih banyak bahan makanan tidak sehat.

"Harus semua. Dipasar-pasar itu banyak (makanan kadaluwarsa, red), jadi adil gitu lho," tandasnya.

(fat/fat)
Berita Terkait