Diprotes Warga, PTPN X Tetap Bangun Pabrik Bioethanol

Diprotes Warga, PTPN X Tetap Bangun Pabrik Bioethanol

- detikNews
Selasa, 02 Agu 2011 16:40 WIB
Mojokerto - PTPN X tetap melanjutkan rencana membangun pabrik Bioethanol di lingkungan Pabrik Gula (PG) Gempolkerep. Padahal, rencana pembangunan pabrik ini sebelumnya ditentang oleh warga Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Hal ini diungkapkan oleh Asisten Manajer Proyek Bioethanol PTPN X, Mahruji. Menurutnya, proyek pengadaan energi Bioethanol yang merupakan dana hibah pemerintah Jepang terhadap PTPN X senilai Rp 300 miliar ini akan mulai digarap awal September 2011 mendatang, dan mulai beroprasi pada Desember 2012 mendatang.

"Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pabrik Bioethanol jika didirikan. Kita jamin tidak ada dampak polusi nantinya," katanya kepada wartawan di PG Gempolkerep, Jalan Mojokerto-Jombang, Gedeg, Selasa (2/8/2011).

Selain itu, polusi berupa asap, limbah, getaran dan kebisingan tidak akan membahayakan udara di area pabrik. Karena semuanya akan melalui proses fermentasi. "Kita sudah sangat siap untuk pengelolaan limbah dan lain sebagainya. Jadi warga tak usah khawatir," tandasnya.

Menurutnya, penunjukan PG Gempolkerep sebagai pengelola energi pengganti BBM berbahan baku tetes ini setelah terseleksi dari 5 PG nominator se-Nusantara, di antaranya adalah PTPN XI dan Lampung. "PG disini lahannya paling luas dan dekat dengan pelabuhan. Makanya PG ini terpilih," paparnya.

Selain itu, jika nanti pabrik ini sudah jadi, pihaknya akan mempekerjakan sekitar 300 orang dan akan dan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Di samping bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar, pabrik ini nanti akan meningkatkan perekonomian negara melalui PTPN X.

"Barangkali saja nanti para pemuda sekitar pabrik bisa dijadikan pekerja disini, kan lumayan juga. Yang pasti perekonomian negara jelas meningkat," katanya.

Sebelumnya, Rabu, (13/07/2011) lalu, puluhan warga di tiga desa Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, menolak rencana PTPN X membangun sebuah pabrik pengolahan Bioethanol. Warga dari Desa Gempolkerep, Gembongan dan Bandung itu menilai jika dibangun di area padat penduduk bisa berbahaya bagi lingkungan.

Warga yang tergabung dalam Ampel (Aliansi Masyarakat Pecinta Lingkungan) ini menolak jika nanti pabrik Bioethanol tersebut dibangun di kawasan PG Gempolkerep. Dikhawatirkan, pabrik tersebut akan mencemari lingkungan dan persawahan padi produktif warga.

(bdh/bdh)
Berita Terkait