Jadi Pengedar Ganja, Janda Asal Sidoarjo Dibekuk

Jadi Pengedar Ganja, Janda Asal Sidoarjo Dibekuk

- detikNews
Sabtu, 30 Jul 2011 12:08 WIB
Mojokerto - Rini (27), seorang janda muda asal Dusun Kedunggalih, Desa Singgogalih, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, terpaksa digelandang ke Mapolres Mojokerto. Rini ditangkap petugas reserse narkoba karena terbukti telah mengantongi 21,1 gram ganja kering siap edar.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, penangkapan Rini sendiri berawal saat petugas yang sebelumnya berhasil membekuk rekannya, Ainun Najib (29) di rumahnya Dusun Kalibener, tetangga kampung Rini sendiri. Setelah mengorek beberapa keterangan dari Najib, petugas langsung mengetahui letak Rini.

Dengan cara menyamar sebagai pembeli, petugas langsung mendatangi Rini di Desa Randubango jalan Mojosari-Krian Sidoarjo sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu (30/7/2011). Setelah beberapa saat petugas melakukan tawar-menawar, akhirnya Rini mengeluarkan barang haram tersebut dari kantong celananya.

Melihat Rini membawa ganja kering, petugas langsung menangkapnya. Rini yang mengetahui jika pembeli adalah petugas yang menyamar, dia nekat kabur dengan cara berlari-lari ke semak-semak. Tak sulit bagi petugas, beberapa menit kemudian, janda dua anak ini berhasil dibekuk.

Kepada petugas penyidik Satreserse Narkoba Polres Mojokerto, Rini mengaku sedang menunggu pembeli langganan Najib, ternyata pembeli adalah petugas yang menyamar. "Setelah kita periksa, Rini membawa 21,1 gram ganka kering dan sebuah handphone sebagai alat transaksi," kata AKP Saibuddin kepada detiksurabaya.com di kantornya.

Kasatreskoba Polres Mojokerto yang baru menjalankan tugasnya selama tiga Minggu ini juga menjelaskan, penggeledahan yang dilakukan di rumah Najib, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa 4 paket ganja kering dengan berat kotor 11,1 gram serta uang tunai Rp 58 ribu.

"Kedua tersangka sudah kita amankan beserta barang bukti. Kita akan kembangkan dari kedua tersangka ini, kuat dugaan mereka jaringan pengedar Mojokerto dan Sidoarjo," pungkas Saibuddin.

(bdh/bdh)
Berita Terkait