Saat itu teguh (33) warga Kelurahan Banjar Mendalan Kecamatan Kota dibonceng temannya saat mencari anaknya, Jumat (29/7/2011).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, perginya sang anak karena hubungan dengan pacar tak direstui. Salah seorang tetangga yang kebetulan sedang membonceng Teguh, Andri mengaku sejak ditinggal minggat anaknya Teguh kelihatan berbeda dan sering mengomel-ngomel sendiri.
"Saat mencoba loncat dari sepeda sayapun kaget sehingga saya pun hampir terjatuh," katanya.
Andri menuturkan, saat itu dirinya dan Teguh sedang dalam perjalanan untuk mencari anak Teguh. Namun, sesampainya di sekitar Ruko Kaliotik yang ada di Jalan Jagung Suprapto, tiba-tiba Teguh melompat dari boncengannya dan menghantamkan diri ke aspal jalan raya.
Beruntung aksi percobaan bunuh diri Teguh ini diketahui oleh satpam Ruko Kaliotik yang segera bertindak cepat menghentikan setiap kendaraan yang sedang melaju di jalur poros Surabaya Lamongan itu.
Setelah berhasil menghentikan kendaraan, satpam bersama warga kemudian berusaha mengamankan Teguh yang sudah kehilangan kendali. Warga kemudian mencoba menghubungi petugas kepolisian. Saat akan diamankan, Teguh masih tetap memberontak dan menolak diamankan serta berteriak-teriak memanggil nama anaknya.
"Kemungkinan Teguh mengalami depresi akibat ditinggal anaknya minggat bersama
pacarnya, apalagi saat minggat anaknya itu sudah dalam kondisi hamil,"
terang Andri.
Meski melompat ke jalan raya, kondisi Teguh pun tidak mengalami luka sedikit pun. Sementara, Andri mengalami lecet-lecet akibat kaget dan terjatuh dari sepeda motor. Untuk menenangkan kondisi Teguh, polisi membawa Teguh ke RSUD dr Soegiri untuk mendapatkan perawatan psikis.
(fat/fat)










































