Masak Mie, Gudang Sandal Bekas Ludes Terbakar

Masak Mie, Gudang Sandal Bekas Ludes Terbakar

- detikNews
Kamis, 28 Jul 2011 21:02 WIB
Mojokerto - Sebuah gudang sandal bekas berbahan karet di Dusun Wonoasri Desa Kejagan Kecamatan Trowulan Mojokerto, hangus terbakar. Penyebab kebakaran gudang ini masih belum jelas, namun polisi menduga kebakaran ini disebabkan kompor di dapur.

"Kejadiannya sekitar pukul 17.00 Wib, para pekerja gudang sudah pulang. Kodir, pemilik gudang juga tidak ada. Satu korban luka di bagian tangannya tapi hanya ringan," kata Kapolsek Trowulan, Kompol Putu Mataram kepada detiksurabaya.com di lokasi, Kamis (28/7/2011) sore.

Dari pantauan detiksurabaya.com, meski puluhan warga mencoba memadamkan menggunakan air dan pasir, namun kobaran api semakin membesar. Api ini cepat menjalar dan membakar atap gudang yang berukuran sekitar seluas 25 x 10 meter serta dapur ini.

Beberapa saat kemudian, atap gudang yang terbuat dari seng ini ambruk. Puluhan warga yang sedang memadamkan api langsung berhamburan menjauh dari api. "Beberapa orang sempat luka-luka terkena serpihan api dari karet ini," kata Wardi (42), warga setempat.

Hingga beberapa saat kemudian, hampir satu jam terbakar tiga unit mobil PMK baru datang ke lokasi. Karena lokasi sangat sempit, PMK ini bergantian memadamkan api yang membesar tersebut. Dengan dibantu warga, petugas PMK langsung mencoba memadamkan api.

Puluhan ton tumpukan sandal berbahan karet tersebut baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Tiga mobil PMK ini berpencar, di depan dan kanan kiri gudang sehingga api tidak sampai menjalar ke pemukiman warga yang jaraknya sangaT dekat.

"Beberapa saksi mengaku, jika kebakaran ini bermula dari kompor. Sesaat sebelum kebakaran, rumah ini dipakai para murid TPQ untuk masak mie instan. Setelah diitinggal ngaji, dapur dekat gudang ΆƱ terbakar," kata Kompol Putu Mataram.

Kerugian sementara, lanjut Putu, mencapai ratusan juta rupiah. Karena, bahan-bahan yang terbakar perkilogramnya Rp 10.000. "Perkilo saja segitu, lha ini lebih dari 30 ton siap kirim," pungkas kapolsek.

(fat/fat)
Berita Terkait