Mahasiswa memandang SBY telah banyak melakukan kemunafikan dengan wujud terlalu memberi perhatian kepada partai dibandingkan nasib rakyat tengah berjuang melawan kemiskinan. Karena itu mahasiswa juga menyimpulkan semua pernyataan SBY merupakan pembohongan besar, sehingga perlu digelar revolusi.
"Kita akan terus menuntut revolusi, dengan terus melakukan aksi seperti ini," teriak mahasiswa dalam orasinya.
Teriakan SBY adalah maling uang rakyat terus bergema selama aksi berjalan.
Kecaman terus dilontarkan disela-sela orasi digelar tepat di depan pintu masuk gedung rakyat. Secara bergiliran aktivis AMMPI yang mewadahi sepuluh elemen mahasiswa dari perguruan tinggi swasta dan negeri di Kota Malang melakukan orasi.
Koordinator aksi Amrulloh Alimubin mengatakan, aksi ini sebagai bentuk
tuntutan atas kemunafikan SBY dan akan terus dilakukan hingga ada perubahan atas masalah itu. "Terus akan kita lakukan, sebagai desakan perubahan atas kebrobokan pemerintahan SBY," tegasnya di sela-sela aksi, Rabu (27/7/2011).
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini menuntut Presiden SBY berhenti meneriakkan kemunafikannya. Dan terus peduli kepada partai hingga melindungi kadernya untuk melakukan korupsi.
Seperti kasus proyek Wisma Atlet, dan proyek alat bantu olahraga, serta proyek Ambalang yang semuanya melibatkan kader Partai Demokrat.
"SBY seperti melindungi mereka, dan janji-janjinya hanya bualan saja. Kita minta KPK bertindak tegas dalam masalah ini," imbuhnya.
Mahasiswa terus meneriakkan kekesalannya melalui orasi secara bergantian, mereka telah menganggap SBY meninggal dunia sebagai tanda matinya pemerintahan di Indonesia.
Sebelumnya, mahasiswa mengawali aksi dengan longmarch di Alun-Alun Kota Malang yang kemudian menuju gedung DPRD Kota Malang, mereka melengkapi aksi dengan membawa spanduk besar bertulis SBY melindungi koruptor, sejumlah poster yang menggambarkan kebobrokan pemerintahan SBY, mahasiswa juga membawa belasan balon udara yang ditempeli gambar Presiden SBY.
Belasan aparat kepolisian mengawal ketat aksi mahasiswa ini. Di akhir aksinya mahasiswa meminta bertemu dengan seluruh wakil rakyat guna meminta dukungan atas tuntutan mereka.
(fat/fat)










































