131 Mahasiswa dari Lima Negara 'Belajar' di Lereng Wilis

131 Mahasiswa dari Lima Negara 'Belajar' di Lereng Wilis

- detikNews
Rabu, 27 Jul 2011 01:11 WIB
131 Mahasiswa dari Lima Negara Belajar di Lereng Wilis
Kediri - Sekitar 131 mahasiswa dari berbagai negara seperti Belanda,Korea, Hongkong, Jepang dan China mengikuti kegiatan Community Outreach Program (COP) atau semacam Kuliah Kerja Nyata yang digelar Universitas Kristen Petra Surabaya di Kabupaten Kediri.

Mereka melakukan kegiatan memasak, belajar budaya serta membantu membangun infrastruktur warga di tiga desa lereng Gunung wilis, Desa Pamongan, Surat dan Kedawung Kecamatan Mojo.

Kim Hye Rin (20), mahasiswa international Study Dong seo Univercity Korea, bersama 12 temannya mengenalkan nano filter untuk membuat kopi tanpa ampas.

"Ini untuk salah satunya menyaring kopi, agar kita bisa dapat minuman ini tanpa ampas)," jelas Kim kepada detiksurabaya.com dengan Bahasa Inggris disela-sela pertemuan dengan warga Desa Pamongan, Selasa (26/7/2011).

Bertukar pengalaman memasak juga sangat menarik perhatian warga setempat. Mahasiswa KimChi memasak masakan sejenis bakwan khas Korea dan nasi goreng tradisional tempat asalnya.

Sementara warga setempat berganti mengajari mahasiswa bule itu memasak masakan sayur lodeh dan gado-gado.

Tak hanya soal masak memasak, para mahasiswa asing tersebut juga memperkenalkan teknologi Solar Cell, yakni listrik tenaga surya kepada warga desa Surat dan Pamongan.

Menurut Cliff (23) mahasiswa asal korea, peralatan listrik tenaga surya tersebut sengaja dibawa dari negaranya.

Sementara Ketua Rw 5 Desa Surat Ismadi mengaku senang dengan adanya bantuan listrik tenaga surya tersebut. "Kini halaman masjid dan jalan jadi terang, lampunya bisa tahan menyala mulai jam setengah enam sore sampai jam setengah enam pagi," kata Ismadi kepada detiksurabaya.com.

Sementara Tiran (35), warga pamongan mengaku seneng dengan kehadiran para mahasiswa asing di desanya. "Mereka membangunkan jembatan, memperbaiki sekolah TK , membuat tandon air untuk warga desa," kata Tiran.


COP 2011 yang diramaikan oleh tujuh universitas dari lima negara ini dibuka pada Selasa (5/7/2011) dengan cross culture. Perwakilan mahasiswa HKBU (Hong Kong Baptist University) dan Chinesse University berkolaborasi memperkenalkan Hongkong dengan mempertunjukkan senam Tai-Chi.

Senam Tai Chi merupakan salah satu senam tradisional yang menjadi ciri khas budaya Negeri Tirai Bambu. Selain untuk relaksasi, senam ini juga bermanfaat untuk pernafasan dan terapi beberapa penyakit.

Tak kalah seru, penampilan dari Inholland University, Belanda yang mengusung tarian poco-poco dan beberapa lagu. Walau tidak dapat bernyanyi dengan baik, penonton pun ikut larut dalam kemeriahan acara malam itu, mereka ikut bernyanyi bersama.

Perwakilan dari Internasional Christian University dan St. Andrew University yang menunjukkan pakaian tradisional Jepang, kimono. Tak mau kalah, Dong Seo University-Korea menghadirkan beragam atraksi mulai dari Salmunori (tarian tradisional dengan genderang), Tae Kwon Do, tarian modern dan nyanyian sebuah lagu rakyat Korea.

Peserta COP dari UK Petra mengusung tarian tradisional Sajojo dari Papua. Wajah Indonesia yang modern juga direpresentasikan dengan menampilkan tarian modern. Pembukaan COP 2011 ditutup dengan khidmat dengan lagu 'Indonesia Tanah Air Beta'.

(gik/gik)
Berita Terkait