Korban tewas dalam keadaan mengenaskan dengan mulut berbusa. Korban diduga over dosis minuman keras. Orang pertama yang menemukan korban adalah adiknya sendiri Kharisma Prabowo (16). Kaget dengan kondisi kakaknya yang sudah meregang nyawa, ia kemudian melaporkan ke tetangga yang kemudian dilanjutkan ke polisi.
Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan di TKP. Sementara jenazah korban dibawa ke RSUD Bangil untuk divisum.
"Kita tunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian korban," kata Kapolsek Beji Kompol Suswandi kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (26/7/2011).
Suswandi menjelaskan, ibu korban yang sedang bekerja di Manado sebagai guru TK menginginkan anaknya segera divisum agar diketahui penyebab pasti kematiannya.
"Ibunya nanti sore sampai, sekarang sudah ke bandara. Beliau ingin anaknya divisum," imbuh Suswandi.
Sementara dari olah TKP tidak ditemukan barang bukti berupa miras maupun narkoba di kamar korban. Polisi hanya menemukan sebuah SMS di HP korban. SMS yang tertanggal 22 Juli 2011 itu berisi ajakan kepada teman-teman korban untuk segera berkumpul dan melakukan pesta miras.
Berikut isi SMS tersebut: "Selamat malam pemuda Indonesia. Himbauan bagi para pengguna miras. Mari kita bersatu untuk berkumpul dan menentang kenaikan harga miras. Bagaimanapun miras adalah urat nadi, kekasih dan tempat pelarian bagi yang jiwanya haus akan kepuasan".
(fat/fat)










































