Kedatangan warga yang sempat memblokir jalur Jalan Surabaya Lamongan, tepatnya di depan Mapolsek Sukodadi ini sempat membuat kemacetan arus lalu lintas.
Beruntung polisi langsung mengambil sikap dengan meminta warga untuk ke tepi jalan agar arus lalu lintas bisa kembali normal. Polisi pun kemudian meminta perwakilan warga untuk masuk dan menyampaikan tuntutannya.
Warga menganggap polisi telah melepas satu orang yang diduga menjadi tersangka kasus penganiayaan ini. Salah seorang warga Sukodadi, Slamet Supriyadi mengatakan, kedatangan mereka merupakan aksi solidaritas terhadap salah seorang temannya yang telah menjadi korban penganiayaan.
Slamet menuturkan telah terjadi penganiayaan terhadap salah seorang teman yakni Yasin warga Desa Sumberaji Kecamatan Sukodadi, yang sedang ngopi di salah satu warung yang ada di Desa Suwalanrejo. Saat itu, kata Slamet, Yasin didatangi oleh sekitar 20 orang dan langsung dihajar.
"Akibatnya Yasin mengalami luka bacok di bagian kepala," jelas Slamet kepada wartawan, Kamis (21/7/2011) sore.
Hanya saja, lanjut Slamet, kasus penganiayaan yang menimpa Yasin ini belum ditangani.
"Kami sudah berjanji untuk membantu polisi mengungkap kasus ini tetapi ternyata malah satu orang dilepas dan sampai kini belum ada satupun yang ditangkap," jelasnya.
Sementara Kapolsek Sukodadi AKP Hakim mengaku kedatangan warga ini hanya masalah miskomunikasi antara warga dengan pihak kepolisian. Hakim menyatakan, pihaknya hingga kini masih menyelidiki kasus ini dan belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Satu orang memang kami mintai keterangan tetapi bukan sebagai tersangka tetapi sebagai saksi dan saksi ini pun sampai sekarang masih melakukan wajib lapor," jelasnya.
Berdasarkan penyelidikan kalau kasus penganiayaan ini pelakunya lebih dari satu orang dan semuanya memang belum ditangkap. "Kami memang belum memasukkan para tersangka ke dalam DPO tetapi kami masih melakukan pemantauan terhadap para tersangka ini," tuturnya.
Selepas perwakilan mereka mendapat penjelasan dari polisi, warga ini membubarkan diri dengan tetap dalam kawalan ketat pihak keamanan.
(fat/fat)










































