"Ini bangunan milik kelompok teroris, meresahkan desa. Ayo dirusak," teriak salah satu warga, Minggu (17/7/2011).
Dari pengamatan detiksurabaya.com, saat aksi massa berlangsung sekitar pukul 11.00 Wib, tidak ada satu polisi pun di lokasi. Para pengikut JAT pun juga tidak ada di lokasi.
"Warga sangat resah, sebab kelompok ini mengkafirkan umat Islam di sini. Amaliyah ibadah warga dianggap sesat, syirik dan kafir," kata Imron, tokoh agama setempat.
Sejauh ini pimpinan JAT Mojokerto belum bisa dikonfirmasi. Tapi sejumlah orang berjenggot, berkening agak hitam dan bercelana cingkrang terlihat memeriksa kerusakan bangunan dari bambu itu.
Saat beberapa wartawan mencoba untuk mewawancarai, beberapa orang tersebut menolak. "Jangan mas, kita tidak tahu apa-apa. Nanti saja menunggu pimpinan kita," kata pria tersebut kepada wartawan.
Pengamatan detiksurabaya.com pukul 12.30 WIB, beberapa anggota kepolisian dari Polres Mojokerto dan Polsek Gedeg saat ini sudah berdatangan ke lokasi untuk mengamankan lokasi.
"Kita masih melakukan penyelidikan dan masih mencari saksi-saksi," kata Kapolsek Gedeg AKP Siswiyono.
(bdh/bdh)











































