Tambang Emas di Banyuwangi Diharapkan Bisa Sumbang PAD

Tambang Emas di Banyuwangi Diharapkan Bisa Sumbang PAD

- detikNews
Rabu, 13 Jul 2011 23:44 WIB
Tambang Emas di Banyuwangi Diharapkan Bisa Sumbang PAD
Surabaya - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan belajar ke daerah lain yang di wilayahnya terdapat proyek pertambangan. Langkah itu dinilai penting karena di Banyuwangi terdapat tambang emas yang sedang garap PT Indo Multi Niaga (IMN).

"Kami masih belajar dan mendalami soal pertambangan ke daerah lain," ujar Bupati Abdullah Azwar Anas disela-sela acara malam anugerah otonomi award di The Empire Palace Surabaya, Rabu (13/7/2011) malam.

Dengan menimba ilmu tentang pengelolaan penambangan emas dari daerah lain seperti ke Sumbawa Barat, diharapkan pemkab mempunyai perhitungan untung ruginya dari hasil penambangan untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Kita akan berusaha agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat dan pembangunan Banyuwangi sendiri," tutur mantan anggota Komisi VI DPR RI ini.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah sampai saat ini Pemkab Banyuwangi sudah mendapatkan bagi hasil dari PT IMN, putra asli Banyuwangi kelahiran 6 Agustus 1973 ini mengatakan, masih akan menelusuri.

"Kita masih dalami administrasinya," jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, PT IMN perusahaan tambang emas yang beroperasi di Gunung Tumpang Pitu, Dusun Pancer, Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi belakangan ini menjadi pusat perhatian karena adanya keinginan sejumlah pihak agar perizinannya kembali dikaji.

Bahkan warga sempat melampiaskan amarahnya dengan melakukan pembakaran terhadap fasilitas perusahaan seperti mess karyawan maupun peralatan berat berupa mesin bor, pada Selasa (28/7/2011) lalu. Tak hanya itu, dewan setempat juga sempat menggelar dengar pendapat dan akan membentuk tim khusus untuk mengkaji proyek itu.

IMN juga dituding tidak terbuka. Dibelakang IMN disebut-sebut perusahaan dari luar negeri. Namun Direktur Operasional PT IMN Andreas Reza Nazaruddin menegaskan bahwa perusahaannya murni lokal dan merupakan perusahaan pribadi atau keluarga. Keterlibatan asing hanya sebatas kontraktor.

(gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini