Pada babak ke 2, pemain Sidoarjo melakukan penyerangan pukulan terhadap wasit pertandingan Rahmad Tri asal Malang, bahkan akhirnya kedua kesebelasan juga terlibat saling dorong dan saling pukul.
Situasi semakin kacau saat tim official Sidoarjo masuk ke tengah lapangan membantu anak asuhnya. Petugas Keamanan dari kepolisian langsung masuk ke tengah lapangan melerai kedua belah kesebelasan yang terlibat tawuran.
Kericuhan tersebut berawal saat pemain Sidoarjo Yusuf Maulana melanggar pemain Kota Kediri Rudi Jogaga pada menit ke 86. Tak terima dengan pelanggaran itu Rudi Jogaga menyerang Yusuf dengan pukulan-pukulan yang kemudian diikuti para pemain lainnya hingga kedua tim terlibat tawuran. Akibat tawuran ini pertandingan sempat berhenti hingga 10 menit.
Kericuhan terjadi lagi setelah wasit meniup peluit akhir, dimana para pemain Sidoarjo langsung beramai-ramai menyerang wasit. Petugas keamanan yang berada di pinggir lapangan langsung mengevakuasi wasit dari serangan pemain Sidoarjo.
Dalam pertandingan tersebut skor 2-1 untuk Kesebelasan Kota Kediri atas tim Sidoarjo. Pertandingan berjalan panas hingga wasit mengeluarkan 3 kartu merah, yakni 2 kartu merah untuk tim Kota Kediri dan 1 kartu merah untuk tim Sidoarjo. Atas kemenangan ini,Kesebelasan kota Kediri menjadi juara grup A cabang olah raga Porprov Jatim dengan mengemas 6 poin dan memastikan lolos pada babak 16 besar.
(bdh/bdh)










































