"Rem truk tidak berfungsi karena angkutan truk yang berat dan jalan menurun," kata AKBP Widodo saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (13/7/2011).
Kapolres Bojonegoro ini mengatakan sopir truk sebenarnya sudah melakukan pengereman, namun rem truk tak mampu menahan beban berat yang diangkut. Ditambah lagi jalan yang dilewati juga menurun.
Sebelum menabrak pick up, sopir truk juga sempat memberikan peringatan ke pick up dengan membunyikan klakson.
"Tetapi pick up memang tak bisa jalan karena sedang menunggu giliran jalan," tambah Widodo.
Akhirnya terjadilah peristiwa itu dengan korban belasan warga. Korban tewas karena terlindas dan tergencet badan truk. Ada juga korban yang tewas karena tertimbun ratusan sak semen yang diangkut truk. Widodo menambahkan bahwa korban tewas bertambah satu lagi menjadi 16 orang.
(iwd/fat)
