Tantangan itu disampaikan Hadi Triatmoko, anggota FPMB. Menurutnya, referendum bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan polemik keberadaan PT IMN yang didanai oleh asing tersebut.
"Mari kita buktikan di referendum. Apakah PT IMN dikehendaki atau tidak oleh rakyat Banyuwangi. Khususnya, masyarakat yang wilayahnya berpontensi terdampak dari aktivitas pertambangan tersebut," tantang Hadi, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (12/07/2011).
Referendum ini, tambah Hadi, mengingat dampak aktivitas PT IMN yang mulai dirasakan oleh masyarakat. Terutama dampak sosial kemasyarakatan yang dikhawatirkan akan menjadi bencana sosial. Sekali lagi FPMB menantang PT IMN untuk menggelar referendum.
"Bila terlaksana, kita akan tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh masyarakat. Tidak masalah apapun hasilnya nanti," tandasnya.
Sementara itu, Humas PT IMN Iwan Nurdianto saat dikonfirmasi terkait ajakan tersebut langsung tertawa. Menurutnya, tantangan itu tidak perlu ditanggapi berlebihan. PT IMN sepertinya tidak mau terpancing dengan wacana tersebut.
"Kok IMN yang direferendum," singkatnya, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
(bdh/bdh)











































