Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, Minggu (10/7/2011) malam, pasangan suami istri yang berjualan jajanan anak-anak itu adu mulut di rumah pelaku kawasan Desa Urek-Urek Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang.
Adu mulut tak terhindarkan hingga berujung perbuatan pelaku terhadap korban. Tanpa rasa kasihan, pelaku memukulkan kayu ke arah kepala ibu dua anak berulangkali. Korban pun kemudian roboh.
"Katanya mereka terlibat pertengkaran malam itu, korban kemudian dibawa pulang keluarga ke Bululawang tempat asalnya. Kami sempat ke bululawang untuk memastikan kejadian itu," terang Kades Urek-Urek Riyanto saat berbincang dengan detiksurabaya.com melalui telpon genggamnya, Senin (11/7/2011).
Peristiwa ini juga dibenarkan putra laki-laki korban yang saat itu melihat pelaku tengah kalap dan membabi buta memukul ibunya.
"Anaknya yang cerita bahwa ibunya dipukuli. Katanya masalah batu bata," imbuhnya.
Sementara Kapolsek Gondanglegi Kompol Badriyah menuturkan, pihaknya sudah mengamankan untuk dimintai keterangan. Begitu juga dengan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
"Pelaku masih kita periksa intensif," tuturnya dikonfirmasi terpisah.
Badriyah melajutkan, proses pra reka ulang kini digelar di lokasi kejadian, untuk mengetahui secara detail peristiwanya. Dia menambahkan, setelah semua proses dilalui, pihaknya akan melimpahkan penanganan Abdul Aziz ke Polres Malang.
"Arahnya nanti kekerasan dalam rumah tangga untuk menjerat pelaku. Kasus
ini nanti kami limpahkan ke polres," imbuhnya.
Sementara kematian Siti Fatimah membawa duka mendalam bagi keluarga yang
ditinggalkan, anggota keluarga yang menunggu proses otopsi enggan memberikan
keteranga perihal kematian ibu dua anak ini.
"Kami lagi berduka mas, tolong jangan wawancarai kami," ujar seorang lelaki yang mengaku saudara korban di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
(fat/fat)











































