Penonton yang luka langsung diamankan polisi ke tepi lapangan. Mereka mendapat perawatan dari tim medis yang telah disiapkan panitia. Sedangkan seorang yang luka berat akibat perkelahian dan dinjak massa dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya hingga kini identitas pemuda tersebut belum diketahui.
Pantauan di lokasi konser menyebutkan, tragedi itu bermula saat penonton saling berdesakan hingga terjadi perkelahian. Tak hanya itu aksi tawuran makin meliar setelah pagar dari seng sebelah selatan dijebol penonton. Massa pun bergelombang memasuki arena perhelatan dari pagar yang jebol sepanjang 10 meter itu.
Tak hanya itu kericuhan makin meluas setelah penonton dari luar pagar yang tak sabar untuk masuk mulai melempari batu ke dalam arena konser. Lemparan batu tersebut memicu amuk penonton di dalam arena. Akibatnya penonton sisi kanan panggung menduga lemparan batu berasal dari kelompok penonton sisi kiri. Mereka pun saling lempar batu dan tanah kering yang ada di sekitarnya.
Tak puas hanya saling lempar, massa yang tiba-tiba menjadi dua kubu (sisi kiri dan sisi kanan depan panggung) saling merapat. Terjadilah tawuran massa. Mereka saling pukul laiknya perkelahian di arena terbuka.
Puluhan aparat dari jajaran Polres Tuban yang diturunkan tak mampu menghalau aksi massa yang kian beringas. Aksi tawuran mulai mereda setelah polisi menangkap massa yang tawuran.
Kendati terjadi tawuran konser tak dihentikan aparat keamanan. Hingga konser rampung pun polisi masih melakukan pengawalan hingga arena pertunjukan ditinggal penonton.
(fat/fat)










































