Lewat surat KN yang ditandatangani acting Sekjen PSSI Joko Driyono bernomor 1152/AGB/82/VII/2011, disebutkan bahwa mandat untuk Arema mengikuti kongres ditolak. Hal itu merupakan hasil rapat pleno KN pada 4 Juli.
"Iya, kami terima surat tentang penolakan delegasi yang kami kirimkan. Tapi dalam surat hasil keputusan rapat pleno KN itu tak mencantumkan alasannya," ujar Pelaksana Harian Arema Indonesia Abriadi Muhara saat dihubungi detiksport melalui telpon genggamnya, Kamis (7/7/2011).
Abriadi mengungkapkan, sesuai rekomendasi pembina yayasan, Media Officer Sudarmadji ditunjuk sebagai delegasi Arema pada kongres tersebut. Namun surat pengajuan itu dibalas KN dengan surat penolakan tersebut.
"Sudarmadji media officer kita, yang ditunjuk mewakili Arema dalam kongres itu. Tapi kemudian KN mengirim surat untuk menolaknya," tuturnya.
Isu yang beredar, penolakan tersebut dilakukan KN terkait konflik internal di kubu Arema yang belum selesai, termasuk adanya dualisme kepemimpinan klub. Namun, isu itu pun tidak tercantum secara eksplisit di surat tersebut.
"Akan kami tanyakan, alasannya sejelas mungkin," ungkap Abriadi.
Dirinya tak memungkiri bahwa konflik internal memang menjadi biang keladi dari seluruh masalah di Arema. Maka itu dengan, waktu sisa ini akan dilakukan pertemuan melibatkan seluruh pengurus Arema.
"Pertemuan akan kita gelar, supaya masalah internal cepat selesai," akunya.
Sementara Media Officer Arema Indonesia Sudarmadji menuturkan, penolakan oleh KN kepada delegasi Arema sangat disesalkan pihaknya. Meski demikian, Arema tetap mengedepankan kepentingan bersama untuk kemaslahatan sepakbola Indonesia.
"Kami sangat hormati keputusan KN, Arema akan lebih mementingkan untuk perbaikan internal," tuturnya dihubungi terpisah.
(bdh/bdh)










































