HUT ke 54 Semen Gresik Digelar Operasi Katarak

HUT ke 54 Semen Gresik Digelar Operasi Katarak

- detikNews
Rabu, 06 Jul 2011 13:12 WIB
HUT ke 54 Semen Gresik Digelar Operasi Katarak
Surabaya - Penantian panjang 10 tahun Kasiati (83) dalam kebutaan akan berakhir. Mata kiri perempuan yang tinggal di Jalan dr Soetomo itu akan dioperasi katarak. Itu berarti dalam waktu dekat, mata kiri Kasiati bakal bisa melihat dengan jelas lagi.

"Mata kiri memang parah, sangat tidak jelas. Mata kanan sebenarnya juga tetapi tak separah mata kiri," kata Kasiati di sela-sela acara bakti sosial operasi katarak di Wisma Achmad Yani Semen Gresik, Rabu (6/7/2011).

Kasiati sendiri mengetahui acara bakti sosial itu dari sang cucu yang kemudian mendaftarkannya. Dalam acara tersebut perempuan satu anak dan tiga cucu itu tampak sumringah. Wajah yang sumringah juga terpancar dari raut muka Rodi (57), warga Jalan Kerapu Barat Perumahan BP Kulon. Mata kiri pensiunan pegawai Semen Gresik itu juga bakal bisa melihat dengan jelas.

"Mata kanan saya sudah dioperasi sebelumnya, dan kini giliran yang kiri," ujar Rodi.

Baik Kasiati dan Rodi mengaku mengalami gangguan pada matanya sehingga menyebabkan katarak karena lama bekerja di jalan. Paparan debu, angin dan kotoran membuat lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan tidak berfungsi dengan baik.

Bakti sosial operasi katarak itu sendiri merupakan rangkaian dari perayaan HUT ke-54 Semen Gresik pada 7 Agustus bulan depan. Ada 50 pasien yang akan mengikuti operasi katarak yang berasal dari Gresik, Lamongan, Babat dan Malang.

"Ada 180 pendaftar, setelah diperiksa hanya 50 yang dapat dioperasi," ujar Direktur Sumber Daya Manusia Semen Gresik, Bambang Sugeng.

Semua pendaftar, kata Sugeng, memang tidak semuanya diterima karena sebelumnya dilakukan pemeriksaan dahulu.

"Dalam pemeriksaan itu bisa diketahui apakah mata seseorang bisa dioperasi atau tidak. Jika tidak bisa, jangan dilakukan operasi karena malah bisa menyebabkan kebutaan," tambah Bambang.

Pada operasi katarak, hanya satu mata yang akan dioperasi. Mata satunya akan dilakukan operasi dalam jangka waktu 3 bulan setelah operasi pertama. Acara ini, lanjut Bambang, sesuai dengan program pemerintah untuk mengurangi kebutaan hingga tahun 2020.

Di Indonesia, angka penderita katarak masih cukup tinggi hingga 0,78%. Katarak sendiri disebabkan oleh banyak faktor yakni penuaan, kekurangan gizi dan penyakit degeneratif lainnya.

(iwd/fat)
Berita Terkait