Tewasnya Rahmadi ini diungkapkan oleh Kapolres Situbondo AKBP Imam Thobroni saat ditemui wartawan, Senin (4/7/2011) di kantornya.
Imam menerangkan, jika Rahmadi tewas pada 31 Juni lalu. Kabar tewasnya Rahmadi diterima oleh Polres Situbondo, setelah mendapatkan informasi dari KBRI di Malaysia, serta Interpol.
Imam menerangkan, awal terungkapnya identitas korban, berasal dari KTP yang ditemukan di saku celana korban, karena saat itu kondisi mayat korban memang tanpa kepala.
"Berbekal itu (penemuan KTP, red), KBRI dengan dibantu semua instansi terkait di Malaysia, mulai melacak identitas mayat tersebut," tukas Imam kepada sejumlah wartawan.
Polisi mengaku juga menerima foto yang berada di KTP korban. Petugas pun mencocokkan foto tersebut dengan foto yang berada di keluarga korban. Dan benar adanya, ternyata foto tersebut memang Rahmadi. Sayangnya Imam mengaku tidak tahu persis penyebab kematian Rahmadi. Pihaknya hanya tahu jika Rahmadi tewas tanpa kepala.
Fakta yang ditemukan polisi, keluarga mengaku berkomunikasi terakhir dengan korban pada tanggal 13 Mei 2011. Saat itu Rahmadi mengaku akan pulang pada tanggal 29 Mei dengan menumpang kapal tongkang. Namun, lantaran ombak besar, Rahmadi memutuskan untuk mengundur kepulangannya pada 31 Mei.
Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Situbondo, dikabarkan tewas di Kota Johor Malaysia. Bahkan TKI bernama Rahmadi itu, diisukan tewas dengan kondisi kondis kepala terlepas dari badan.
(bdh/bdh)










































