Korban bernama Halimatus Sakdiyah (19) asal Desa Kapor Utara Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan, ini akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Kadur.
Kematian Halimatus diduga akibat benturan keras di kepala yang membuatnya pingsan saat tenggelam. Proses evakuasi korban berlangsung cukup lama, karena korban tenggelam di dasar kolam di bawah air terjun.
"Korban tenggelam dalam kondisi tak sadarkan diri dan terlalu lama dievakuasi dari dalam air," jelas Ipda Ahmad Soleh, anggota Satreskrim Polres Pamekasan saat dihubungi di Puskesmas Kadur, Senin (4/7/2011).
Setelah divisum, korban dibawa ke rumah duka di Burneh, Bangkalan. Menurut Ipda Soleh, musibah yang menimpa Halimatus itu merupakan yang ke-2 kalinya sejak air terjun Desa Kertagenah Tengah dibuka Maret lalu. Sebelumnya, seorang santri asal Sumenep.
Soleh mengatakan, Halimatus yang sedang mengisi waktu liburan bersama kerabatnya diperkirakan lalai saat ingin melihat ketinggian air terjun. Karena tidak hati-hati, kakinya terpeleset dan tubuhnya langsung menggelinding ke bawah air terjun.
Agar tidak membawa korban lagi, Soleh berharap agar Pemkab Pamekasan memasang rambu peringatan di atas air terjun. Begitupula rambu peringatan di kolam di bawah air terjun.
"Lebih baik lagi, jika diatas air terjun itu diberi pagar pengaman, agar tak membawa korban terjatuh," tutup Ipda Soleh.
(fat/fat)











































