Aksi puluhan mahasiswa ini menyikapi kondisi pertanian di Bojonegoro yang rusak parah belakangan ini. Dari luas lahan pertanian sekitar 14 ribu hektar, 90 diantaranya telah gagal panen.
"Kegagalan ini bukan karena cuaca buruk, tapi akibat pupuk kimia dan kurang perhatiannya pemerintah terhadap pertanian di Bojonegoro," teriak Abdul Munif, koordinator aksi dalam orasinya.
Menurut para pendemo, selama ini pemerintah hanya sibuk mengurusi industrialisasi saja. Sementara dunia pertanian yang menjadi tumpuan hidup warga masyarakat pedesaan tidak dipedulikan.
"Dengan kondisi ini, kami akan terus mendesak pemerintah untuk lebih seius dan lebih peduli terhadap dunia pertanian dengan lebih giat memberi penyuluhan kepada para petani," sambung Munif.
Demo yang mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian ini hanya berlangsung di bundaran Adipura. Usai melakukan orasi bergantian, para mahasiswa membubarkan diri.
(fat/fat)











































