"VOR sudah diperbaiki oleh Dinas Perhubungan Jatim. Kini telah normal dengan Garuda terbang lagi," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Malang Nazar Selian dihubungi melalui telpon genggamnya, Jumat (1/7/2011).
Dia menerangkan, pengadaan dari alat navigasi itu memang dari Dinas Perhubungan Jawa Timur, jadi sempat menunggu beberapa hari untuk dilakukan penggantian yang baru.
"Kemarin menunggu alat barunya. Kalau sudah siap tinggal pasang dan bisa dioperasikan kembali," terangnya.
Manajer Distrik Garuda Indonesia wilayah Malang, Dharmawan Y Hendrata membenarkan pihaknya telah membuka kembali rute penerbangan Malang-Jakarta sehubungan dengan kembali berfungsinya VOR tersebut.
"Seperti yang kita sampaikan dulu. Apabila VOR sudah diberfungsi kami akan terbang lagi," ujarnya dihubungi. Dia mengaku telah menghentikan penerbangan untuk rute Malang-Jakarta dan sebaliknya sejak Minggu (19/6/2011) lalu.
"Ya kemarin karena ada masalah dalam alat navigasinya. Dan penerbangan kami
hentikan sementara," akunya.
Meski begitu, kata dia, animo penumpang Garuda Indonesia masih belum normal, kemungkinan dikarenakan masyarakat belum banyak yang mengetahui informasi pembukaan kembali rute Malang-Jakarta ini. Menurutnya, pada hari normal jumlah penumpang mencapai 85 persen.
Bahkan saat penerbangan dihentikan, tingkat pemesanan penumpang masih mencapai 90 persen, meskipun masuk hari libur sekolah. "Kalau pemesanan masih sampai 90 persen di libur sekolah ini," katanya.
Dalam penerbangan rute Malang-Jakarta dan sebaliknya Garuda Indonesia menggunakan jenis pesawat Boeing 737-300 dengan kapasitas tempat duduk 16 bisnis dan
94 ekonomi.
(gik/gik)











































