Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf menjelaskan pemprov akan mengikuti keputusan pemerintah pusat yang menghentikan pengiriman TKI ke Arab Saudi mulai 1 Agustus 2011 mendatang.
"Kami sepenuhnya mendukung dan mengikuti keputusan pemerintah pusat tersebut," kata Gus Ipul sapaan akrab Wakil Gubernur Jawa Timur kepada wartawan usai Pengukuhan Forum Komunikasi Perangkat Daeah (FKPD) Kabupaten Blitar di Pendopo Kabupaten Blitar, Kamis (23/6/2011).
Selain itu yang menguatkan dukungan pemprov saat ini ada 2 warganya yang menunggu hukuman potongan tangan. Mereka yakni Hasin Taufik dan Sabatun asal Dusun Glugur Desa Palengaan Laok Kecamatan Palengaan Pamekasan.
"Untuk itu kami sudah meminta untuk tidak memberangkatan TKI ke Arab Saudi," ujarnya.
Kemudian untuk pemberangkatan TKI ke luar negeri mengingat Jatim merupakan salah satu provinsi dengan jumlah TKI terbanyak. Diantaranya di suplay dari Blitar, pemprov akan menerapkan pelatihan dan pembekalan yang cukup ketat bagi TKI yang akan bekerja ke luar negeri. Khususnya yang bekerja di bidang informal seperti pembantu rumah tangga.
"Apalagi selama ini dari sekian kasus yang ada lebih banyak TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dibandingkan yang lainnya," imbuhnya.
Pihaknya juga telah siap membantu para TKI asal Jawa Timur yang kini mengalami masalah hukum.
"Pemprov siap memback up kasus yang melanda TKI asal Jawa Timur, termasuk dana tebusannya," pungkasnya.
(fat/fat)










































