Satreskrim Polres Sumenep bergerak cepat. Ternyata benar didapati mobil pick-up maupun station wagon L-300 yang tidak terdapat nomor register baik kerangka maupun mesin di tempat milik warga Desa Bataal Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep.
Berdasarkan bukti permulaan tersebut, pemilik bengkel diamankan. Dalam pengembangan penyidikan, tersangka bersekongkol dengan tersangka lain yakni Abdul Muis (46) warga Desa Bataal Barat, Kecamatan Ganding.
Tersangka ini berperan sebagai tukang pengelasan penggantian nomor cassis. Lalu, bekerjasama dengan Amal Rahem alias Eeng (51) warga Desa Pangarangan, Kecamatan Kota sebagai tukang kurir chek phisik dan bagian pengurusan dokumen ranmor.
Ketiga tersangka tersebut saat ini diamankan di Mapolres Sumenep untuk penyidikan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Rahmad Mulyana, mengatakan, kasus kanibal mobil tersebut masih dalam pengembangan.
"Modusnya, pelaku mengganti nomor mesin (nosin) dan nomor rangka (noka) atau nosin mobil ke mobil lain dengan cara menempel nosin dan memasang potongan nosin dan noka sehingga mobil tampak sesuai dengan STNK dan BPKB," tegas Rahmad saat jumpa pers di aula Mapolres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (22/6/2011).
Untuk mengungkap kasus tersebut, penyidik telah memeriksa 42 orang. Para saksi tersebut tidak menutup kemungkinan statusnya akan menjadi tersangka.
Penyidik Polres Sumenep juga dibantu dari Labfor Cabang Surabaya menemukan beberapa kejanggalan. Semisal kerusakan Noka dan Nosin kendaraan serta Noka dan Nosinnya yang telah di skrap atau digerenda dengan cara diganti dengan Noka dan Nosin kendaraan lain.
Tersangka Misbahul Munir bakal dijerat pasal 263 jo 480 KUHP. Tersangka Abdul Muis dijerat pasal 56 jo 263 KUHP. Sedangkan tersangka Amal Rahem alias Eeng dijerat pasal 263 KUHP.
"Semua tersangka bakal diancam 6 tahun penjara," tegasnya.
Untuk mengembangkan kasus tersebut, Polda Jatim juga telah membentuk tim dan melakukan koordinasi dengan polres jajaran. Termasuk menginformasikan pada warga yang kemungkinan kehilangan mobil.
Kapolres Sumenep, AKBP Susanto menambahkan, pengungkapan kasus kanibal mobil ini masih terus ditelusuri. "Kalau ada warga yang merasa ragu dengan kondisi kendaraannya, polisi akan membantu untuk melakukan pengecekan dan tidak dipungut biaya," katanya.
(gik/gik)











































