Akibat peluru nyasar senapan angin yang mengenai dadanya itu, korban langsung dilarikan ke RSUD Bangil. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong dan tewas di rumah sakit.
Cerita naas itu berawal saat korban bersama 15 temannya memutuskan berburu luwak sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (21/6/2011). Sedianya luwak tersebut nantinya akan dibakar dan disantap.
Apes, bukan daging luwak yang didapat, korban malah tertembak peluru senapan angin milik temannya sendiri. Korban langsung jatuh terhuyung dan langsung di bawah ke rumah sakit. Korban tewas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Itu murni kecelakaan. Teman-temannya juga tak tahu peluru siapa yang nyasar karena saat itu banyak yang membawa senapan angin," kata Camat Kraton Rahmat Sarifudin saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (22/6/2011).
Meski begitu, keluarga korban menerima musibah yang dialami korban sebagai kecelakaan. Pihak keluarga, kata Rahmat, tidak melayangkan tuntutan ke polisi atas kejadian tersebut.
"Keluarganya menyadari dan tidak menuntut. Keluarga korban pun menolak otopsi," imbuhnya.
Karena musibah yang menimpah korban, kata Rahmat, warga pun berinisiatif menggalang santunan yang nantinya akan diserahkan pada keluarga korban.
"Sekarang warga menggalang sumbangan untuk korban," pungkasnya.
(fat/fat)










































