Menurut Juwarti, Warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi penemuan arca, pengecoran dilakukan ramai ramai oleh warga dan perangkat kelurahan.
"Semua warga sini tidak ingin arca dipindah. Semua warga sudah sepakat," ungkap Juwarti kepada detiksurabaya.com, Selasa (21/6/2011).
Sementara itu, Sabarudin, Ketua LPM Kelurahan Ngampel, mengaku pengecoran adalah upaya melindungi arca yang diyakini warga warisan leluhur warga. "Kita yakin ini adalah bagian sejarah leluhur masyarakat sini, makanya semua warga sepakat arca tidak boleh dipindah," kata Sabarudin.
Masyarakat juga khawatir, jika arca yang ditemukan di sela-sela akar Pohon Beringin dipindah akan terjadi sesuatu pada lingkungan kelurahan Ngampel.
Dari pantauan detiksurabaya.com, ke dua arca dan batu persegi berlubang lubang seperti dakon, dicor warga dengan semen berbentuk persegi.
Sementara itu, Tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, Senin (20/6/2011) meneliti arca yang ditemukan warga Kediri di sela-sela akar Pohon Beringin. Tim BP3 memastikan dua benda tersebut tersebut bukan arca Budha Julai.
Satu arca yang masih terlihat utuh diidentifikasi sebagai patung Ganesha, dan satu patung lainnya sebagai arca tokoh.
(bdh/bdh)











































