"Yang meninggal dunia dua orang dan yang luka bakar 3 orang," kata petugas Polsek Prambon kepada detiksurabaya.com, Selasa (21/6/2011).
Dari informasi yang dihimpun, kebakaran di rumah permanen milik pedagang toko kelontong itu terjadi sekitar pukul 02.10 WIB, Selasa dini hari. Api yang diduga dari korseliting listrik karena lupa mematikan televisi ini langsung menyambar hampir seluruh ruangan rumah Mujayana.
Penghuni rumah itu sepertinya terlelap tidur saat terjadi kebakaran. Api yang semakin membesar langsung merembet hingga menghanguskan rumah satu lantai itu sekitar 90 persen.
Saat kebakaran, Dhani (1,5) anak terakhirnya serta Dika (12) anak pertamanya yang tidur di kamar belakang tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia di lokasi.
Sedangkan Mujayana yang tidur bersama dua anak lainnya, Febian (2) dan Salwah (5) di kamar tengah masih bisa diselamatkan, dan mengalami luka bakar, ada di bagian wajah, tangan maupun kaki.
"Warga turut membantu menyelamatkan korban. Warga mengetahui kebakaran setelah api semakin membesar dan melaporkan ke polsek sekitar pukul 02.20 WIB," kata Aiptu Mashuri.
Petugas pemadam kebakaran (PMK) Kabupaten Sidoarjo yang mendapatkan laporan itu langsung tiba di lokasi. Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 03.15 WIB, api berhasil dikuasai.
"Ketiga korban dirawat di Rumah Sakit Umum Mojosari Mojokerto," katanya.
Untuk penyelidikan lebih lanjut penyebab kebakaran, tim identifikasi dari Satreskrim Polres Sidoarjo dan Polsek Prambon melakukan olah TKP.
"Penyebabnya masih dalam penyelidikan," jelasnya.
(roi/fat)











































