Arema sukses mengunci peringkat kedua klasemen akhir usai melewati Persija Jakarta pada pekan terakhir. Hasil ini mengantarkan mereka lolos ke Piala AFC musim depan.
Prestasi ini tergolong hebat kalau menilik setumpuk masalah yang dihadapi Arema musim ini. Krisis finansial dan macetnya gaji pemain membuat tugas Janu sebagai pelatih makin berat.
"Tidak ada uang, pemain malas berlatih dan bermain. Sungguh sangat berat bagi saya. Ini sangat berat bagi saya. Semua belajar dengan situasi yang ada, baik saya maupun pemain," tutur Janu usai pertandingan kontra Bontang FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (19/6/2011).
"Saya merasakan pemain tak mau berlatih, tak mau main saat Champions (Liga Champions Asia-red). Tidak uang, tidak ada perhatian dari manajemen jadi masalah utama," beber pelatih asal Ceko ini.
Saat memutuskan untuk menerima tawaran melatih Arema, Janu mengaku tak tahu kalau Arema tengah dibelit krisis keuangan. Baru beberapa hari membimbing anak asuhnya, dirinya tersentak mendengar Arema mengalami defisit sebesar Rp 7,5 miliar.
"Saat ditawari Pak Andi (Darussalam Tabusalla), saya tidak tahu kondisi Arema. Beberapa waktu kemudian Arema ternyata punya hutang 7,5 miliar. Sungguh berat bagi saya," ujarnya.
Dengan kondisi itu, Janu tak patah arang. Dia tetap bertekad mengantarkan pasukannya ke papan atas klasemen. Sebuah tekad yang akhirnya terwujud.
"Sesuai komitmen saya, Arema harus main di atas. Sekarang buktinya Arema seperti juara meski di posisi kedua," aku pelatih kelahiran 8 November 1959 ini.
Kini, musim sudah berakhir. Ke manakah Janu akan berlabuh musim depan? Apakah tetap akan bersama Arema?
"Next siapa pegang Arema, saya belum pikir itu, dan saya tidak tahu, pemain juga tidak tahu. Saya belum tahu, mau ke mana dan harus apa," katanya.
Namun, Janu sudah mengisyaratkan bahwa dirinya tak akan mau lagi menangani Arema kalau krisis yang terjadi belum tuntas.
"Kalau seperti ini, saya tidak mau. Problem setiap hari, kita susah memotivasi pemain hanya karena masalah uang," tutur Janu.
"Saya malu di champions, hanya karena tidak ada uang dan perhatian manajemen. Hanya janji-janji saja yang diterima. Nanti harus lebih baik," pungkas dia.
(bdh/bdh)











































