Batal Dibeli Bakrie, Yayasan Arema Penuhi 2 Bulan Gaji Pemain

Batal Dibeli Bakrie, Yayasan Arema Penuhi 2 Bulan Gaji Pemain

- detikNews
Sabtu, 18 Jun 2011 22:29 WIB
Batal Dibeli Bakrie, Yayasan Arema Penuhi 2 Bulan Gaji Pemain
Malang - Arema Indonesia gagal dibeli Bakrie Grup. Meski begitu yayasan Arema tetap memenuhi gaji pemain. Uang senilai Rp 2 miliar lebih dikucurkan untuk menutupi dua bulan gaji pemain.

Keputusan itu disampaikan Pembina Yayasan Arema Indonesia Rendra Kresna kepada wartawan di Kantor Arema Jalan Sultan Agung, Sabtu (18/6/2011), malam. "Bakrie gagal beli Arema, tapi kami (yayasan--red) akan cairkan dua bulan gaji pemain saat ini juga," bebernya.

Pencairan gaji ini, lanjut Rendra, untuk memenuhi janji manajemen kepada pemain dan pelatih saat pertemuan dengan di sebuah rumah makan di Jalan Jakarta pekan lalu. "Iya wujud janji kami, meski deadline baru besok tanggal 19. Dua bulan gaji akan kita berikan," terangnya.

Rendra menyebutkan, dua bulan gaji itu senilai Rp 2,240 miliar itu dari uang yang dicarikan oleh pembina yayasan. Yakni dirinya bersama Iwan Kurniawan seorang pengusaha di Malang. "Uang ini dari saya dan pak Iwan (Iwan Kurniawan,red) sebagai pembina yayasan," jelasnya.

Ditanya apakah uang itu berasal dari hutang atau kantong pribadi, secara tegas Bupati Malang ini memastikan itu bukan uang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). "Yang penting uang itu dari pembina yayasan dan bukan dari APBD. Karena posisi saya juga bupati," tutur politisi dari Partai Golkar ini.

Rendra menambahkan, ada satu syarat bagi pemain dan pelatih untuk menerima uang tersebut. Yaitu dengan mengembalikan uang pemberian dari pihak asing. Pihak asing itu, kata dia, orang-orang yang memberikan uang sebesar Rp 10 miliar di luar struktur manajemen maupun yayasan.

"Kemarin sempat saya bilang itu rejeki nomplok pemain. Tapi untuk bisa menerima uang dari kami untuk gaji, pemain dan pelatih harus mengembalikan uang dari pihak asing itu," ujarnya.

Dia juga memberikan batas waktu untuk pengembalian uang tersebut hingga akhir bulan ini. Jika tidak tim khusus akan bertindak menyikapi belum adanya pengembalian uang dari pihak asing itu. "Tapi saya yakin para pemain bisa profesional," katanya.

Dia berharap, Arema ke depan dapat lebih baik di kancah sepakbola tanah air hingga menyabet juara. Dengan begitu calon investor akan kembali melirik Arema untuk menanamkan investasi. "Semoga ada investor lagi, meski kali ini gagal," harapnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait