Dendam Lama Berakhir dengan Lima Jahitan di Dahi

Dendam Lama Berakhir dengan Lima Jahitan di Dahi

- detikNews
Sabtu, 18 Jun 2011 08:45 WIB
Pamekasan - Perkelahian antar kelompok remaja terjadi di Jalan Cokroatmojo, Kota Pamekasan. Akibat perkelahian tersebut, seorang remaja mengalami luka hingga mendapat 5 jahitan di dahinya.

Perkelahian berjalan tidak seimbang. Sebab, kelompok Fikri (16) hanya terdiri dari 2 anak. Sedangkan kelompok Genggong alias Hendra (16), terdiri 4 anak. Karena tak seimbang, perkelahian antar kelompok itu berkahir dengan lima jahitan di dahi Fikri.

Keterangan di lapangan menyebutkan, perkelahian itu merupakan dendam lama antara dua kelompok remaja di Kelurahan Parteker. Hendra yang baru saja lulus dari salah satu SMP di kota Pamekasan, menaruh dendam ke kelompok Fikri. Begitu melihat Fikri bersama Firkin (15), sedang saling ejek dengan Rozi (16), Hendra langsung membela Rozi yang tidak lain adalah anggota kelompoknya.

Saling ejek itupun berakhir dengan perkelahian antar kelompok. Tak puas memukul dengan kepalan tangan kosong, dua kelompok itupun menggunakan batu untuk memukul ke tubuh lawannya. Khawatir perkelahian antar kelompok itu makin membesar, warga Parteker akhirnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kota Pamekasan.

Laporan warga itupun ditindaklanjuti oleh 7 orang anggota Polsek Kota Pamekasan. Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kota Aiptu Iriyantono. "Untuk sementara, kami masih mendalami modus perkelahian antar kelompok tersebut. Termasuk mengumpulkan barang bukti berupa batu," jelas Iriyantono, Sabtu (18/6/2011).

Menurut Iriyantono, perkelahian antar kelompok yang terjadi Sabtu (18/6/2011) dini hari itu, berawal saling ejek. Setelah didalami, ternyata perkelahian itu merupakan puncak dari dendam lama yang dipendam kelompok Hendra kepada kelompok Fikri.

"Semula Fikrin bersama Fikri mengejek Rozi yang kebetulan bibirnya cacat sejak lahir. Karena diejek, Rozi melakukan perlawanan setelah melihat kawan-kawannya berdatangan. Saat itulah, perkelehaian sengit terjadi," ujar Iriyantono.

Beruntung, Iriyantono bersama 6 orang anggotanya cepat melerai perkelehian tak seimbang itu. Jika tidak, bukan tidak mungkin jiwa Fikri dan Firkin terancam. Terlebih lagi, kelompok Hendra sudah berada di atas angin. Hendra dan Rozi yang dibantu Ubed (16), dan Manda (16), berhasil menundukkan Fikri.

Saat perkelahian itu, Fikrin berhasil menyelamatkan diri dari serangan Hendra Cs. Tak pelak, kepala Fikri menjadi sansak hidup. Bahkan, Hendra Cs tega menghajar dahi Fikri dengan batu yang akhirnya membuahkan lima jahitan di Puskesmas Teja.

"Untuk keperluan penyelidikan, saya masih mendalami kasus perkelahian antar kelompok tersebut," pungkas Aiptu Iriyantono.

(bdh/bdh)
Berita Terkait