"Penemuan amunisi jenis ini baru pertama kali ditemukan. Lokasi penemuan memang sebelumnya basis pertahanan tentara Belanda. Namun kami belum mengetahui amunisi tersebut produksi dari negara mana," kata Kapolsek Ngancar AKP Indono Hero Joeda kepada detiksurabaya.com, Rabu (15/6/2011).
Dari informasi yang dihimpun, penemuan peluru bermula saat Sulih berniat membuat Septictank (WC) di pekarangan belakang rumahnya. Namun, saat baru menggali dengan kedalaman sekitar 75 cm, tiba-tiba cangkul Sulih mengenai benda keras. Setelah diteliti, ternyata benda keras tersebut adalah peluru dalam keadaan sebagian sudah berkarat namun semua masih aktif.
Saking takutnya, Sulih berteriak memanggil semua tetangganya hingga membuat suasana geger. Kabar penemuan ribuan amunisi tersebut akhirnya didengar oleh petugas Polsek Ngancar dan segera dilakukan pengamanan karena sangat membahayakan.
"Semua yang kita amankan lebih dari seribu butir," ujar Kapolsek Ngancar.
Menurut rencana, ribuan peluru ukuran 22 mm dan tertulis 3 A-NZ akan diserahkan ke Mako Brimob Kediri untuk segera dimusnahkan.
(bdh/bdh)











































