"Serangan sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Dan hingga kini terus berlanjut dan malah menyebar ke 2 desa lain, kata Kepala Desa Oro-Oro Ombo Kulon Haryono saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (14/6/2011).
3 Desa yang diserang monyet liar yakni Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Banjarsari, Kecamatan Rembang dan Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Diperkirakan monyet-monyet tersebut keluar karena kelaparan akibat bahan makanan di hutan habitat mereka sudah menipis.
Berbagai upaya sudah dilakukan warga untuk mengusir monyet termasuk dengan memburu dan menembaki. Namun upaya itu sia-sia karena monyet tetap menyerang warga.
"Biasanya menyerang pada siang hari saat warga istirahat," katanya.
Pihaknya pun sudah melaporkannya ke pihak kecamatan dan polisi, namun hingga saat ini belum ada langkah konkrit dan serius.
Sementara sejak monyet menyerang warga, sudah 4 orang yang tinggal Desa Oro-Oro Ombo Kulon yang menjadi korban. M Rizky (5), balita putra Khoiron ini diserang monyet sekitar 2 minggu lalu. Hingga kini luka di bagian pahanya belum kunjung sembuh.
Korban lain yakni Nisa' (10), dia menderita luka serius di paha akibat gigitan monyet. Sementara 2 korban lainnya adalah Jamali (35) dan anaknya Efendi (17). Jamali diserang saat tidur siang di teras rumahnya hingga kaki kanannya harus mendapat sekitar 18 jahitan. Sedangkan anaknya, menderita luka cukup parah di bagian kepala.
"Sejak kejadian itu, jadi was-was kalau istirahat siang," kata Jamali.
(fat/fat)










































