"Saat menjamu Persisam Samarinda (15/6) dan Bontang FC (19/6), kami harus membuat gol sebanyak-banyaknya, agar bisa melampaui selisih gol Persija yang kini berada di posisi runner up," ungkap Pelatih Arema Indonesia, Miroslav Janu.
Saat ini Arema harus rela berada di bawah Persija Jakarta yang menghuni posisi kedua klasemen sementara, Persija sukses mengemas 49 poin sementara Arema baru 46 poin. Namun Arema memiliki sisa pertandingan yang lebih banyak, di mana mereka masih mempunyai dua laga sisa. Sedangkan Persija hanya tinggal menjamu PSPS Pekanbaru.
Janu mengaku, optimistis mampu memenangkan dua laga terakhirnya dan meraih poin sempurna. Ia berharap, para pemain terbaiknya bisa diturunkan ketika menjamu Persisam Samarinda dan Bontang FC. Sebab, untuk merengkuh runner up tidak mudah dan masih bergantung pada tim lain.
"Kami tetap memasang target menang dari dua laga terakhir, dan berjuang keras bisa memasukkan gol sebanyak-banyaknya ke gawang Persisam maupun Bontang FC. Ini sudah menjadi tekad kami," tambah vice kapten Arema Indonesia, Zulkifli Syukur.
Dua pemain asing Arema asal Singapura, Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan, kemungkinan besar juga sudah bisa diturunkan dalam dua pertandingan. Duo Singapura tersebut sebelumnya tak bisa merumput dikarenakan cedera, sementara kabar gembira lainnya adalah sudah dapat dimainkannya Roman Chamelo, yang sudah terbebas dari hukuman akumulasi kartu.
Semangat bertanding semakin tinggi, lantaran Arema juga menerima bonus sekitar 110 ribu dolar AS atas partisipasinya dalam Liga Champion Asia musim ini. Jumlah yang diterima Arema ini, sama dengan pemasukan yang diterima klub Al Jazira dari Uni Emirat Arab. Satu kemenangan di fase grup diganjar 40 ribu dolar AS oleh AFC. Sedangkan hasil imbang akan dibagi untuk dua klub, sehingga masing-masing klub akan mendapatkan 20 ribu dolar AS.
Tak hanya kucuran dana berupa dollar AS, Arema juga dikabarkan mendapat kucuran dana segar dalam bentuk rupiah. Itu setelah Eddy Rumpoko yang menjabat sebagai Walikota Batu, beserta para pengusaha Malang yang sukses di Jakarta dan Kalimantan, memberikan dana hibah bagi tim kesayangan Aremania tersebut sebesar Rp 10 miliar.
"Soal pencairan kapan itu, apa kata Pak Nur (M Nur), selaku ketua yayasan Arema yang sah sampai saat ini. Dana itu untuk bayar gaji pemain dan seluruh utang Arema selama ini. Dan itu kepedulian kami dan teman-teman pengusaha yang sukses di Jakarta dan di Kalimantan yang asli Malang. Semoga dan seharusnya pemain Arema lebih baik bermain di dua laga terakhir musim ini," jelas Eddy Rumpoko.
(gik/gik)











































