Polda Jatim juga memastikan, kasus tersebut bukanlah kasus teroris, melainkan kasus penggelapan mobil.
"Itu bukan teroris," kata Kombes Pol Rahmat Mulyana kepada detiksurabaya.com, Minggu (12/6/2011).
Kabid Humas Polda Jatim ini menyatakan kasus penculikan terhadap Fran dan keluarganya berawal dari korban yang menyewa mobil milik sebuah rent car tapi tidak pernah dikembalikan
"Pemilik rental akhirnya menggunakan jasa debt collector dan mereka hanya mengaku-ngaku densus," imbuhnya.
Rahmat menambahkan, pengakuan pelaku sebagai Densus 88 kepada tetangga dan Ketua RT senelum menculik pelaku agar tidak ada perlawanan maupun kecurigaan dari warga. "Dia hanya mengaki saja. Tapi tidak bawa pistol. Warga disana kan pedesaan. Jadi ya percaya saja," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang warga Mojokerto bernama Fran bersama istri dan anaknya diculik oleh beberapa orang. Para penculik yang mengendarai sepeda motor serta sebuah mobil itu kepada para tetangga mengaku sebagai anggota Densus 88.
(bdh/bdh)










































