Informasi yang diperoleh detiksurabaya.com, sebelum tewas, Anantoli kerap mengeluh sakit pada bagian perut dan memiliki penyakit asma. Puncaknya, sekitar pukul 23.05 WIB, Jumat (10/6/2011), tiba-tiba WNA itu tergeletak dengan mulut penuh busa.
Saat itulah Anatoli kemudian dievakuasi ke darat. Saat proses evakuasi, Anantoli diketahui sudah tidak bernyawa. Mayat Anantoli selanjutnya dibawa ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.
Informasi lainnya menyebutkan, keberadaan Anantoli di Perairan Laut Jawa, tepatnya di sepanjang Perairan Situbondo, karena kapal tempatnya bekerja sedang melakukan survei kandungan minyak dan gas di sepanjang laut itu. Meninggalnya Anantoli, dibenarkan oleh Kapten Laut Agus Suryadi.
"Selama ini korban sering mengeluh sakit usus buntu serta asma," singkat Agus kepada wartawan, Sabtu (11/6/2011).
Meski begitu, Agus enggan berkomentar banyak, terkait meninggalnya Anantoli. Yang jelas, Kapten Agus berada satu kapal dengan korban.
Sementara meninggalnya warga Ukraina ini juga mengundang perhatian. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyatakan jika Anatoli murni meninggal karena sakit.
"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban, kami pastikan korban meninggal karena penyakit yang dideritanya," tegas Kasat Reskrim AKP Sunarto, saat dihubungi.
(fat/fat)











































