"Razia ini kita lakukan untuk menekan angka penularan HIV/AIDs di Kota Mojokerto yang kerap ditularkan oleh gepeng ini," kata Sekretaris Dinkes Kota Mojokerto Esti Hermawati, kepada detiksurabaya.com usai razia," Selasa (7/5/2011) sore.
Setelah merazia lanjut Esti, pihaknya akan melakukan tes HIV/AIDs terhadap ke 25 gepeng tersebut,"Ini kita lakukan untuk mengetahui tingkat penyebaran penyakit mematikan tersebut di lingkungan gepeng yang ada di Kota Mojokerto," imbuhnya.
Dari 25 gepeng yang terjaring razia, kebanyakan dari mereka terdiri dari wanita paruh baya dan usia sekitar 25 tahun, serta anak-anak usia antara 5-10 tahun.
Beberapa titik yang dirazia oleh petugas gabungan tersebut adalah, perempatan lampu merah Empu Nala, perempatan lampu merah Gatoel, Sawunggaling, Stasiun Mojokerto dan Terminal Kertajaya. Saat petugas melakukan razia, mereka langsung menyerahkan diri karena ada himbuan mengenai HIV/AIDs.
Sementara, Kasatpol Kota Mojokerto Samsul Hadi menambahkan, dari beberapa gepeng yang terjaring rata-rata adalah berasal dari luar kota, seperti Jombang, Sidoarjo dan Pasuruan. Sementara dari Kota dan Kabupaten Mojokerto sendiri jumlahnya relatif sedikit.
Samsul menjelaskan, dari beberapa gepeng yang berasal dari kota Mojokerto, rata-rata tinggal di lingkungan pondok sosial (liponsos) Balongcankring. Dan di liponsos tersebut juga terdapat tempat prostitusi. "Maka dari itu kita khawatir penyebarannya dan kita lakukan razia ini," pungkas Samsul.
(bdh/bdh)











































