Kakak Beradik di Jombang Diduga Diculik Oknum TNI

Kakak Beradik di Jombang Diduga Diculik Oknum TNI

- detikNews
Sabtu, 28 Mei 2011 17:42 WIB
Kakak Beradik di Jombang Diduga Diculik Oknum TNI
Jombang - Dua orang kakak beradik asal Jombang, Andik Sancoko (16) siswa SMK Wonosalam dan Rudi Budiyanto (13), siswa SMP Wonosalam, tiba-tiba menghilang misterius di rumahnya. Pihak keluarga menduga keduanya diculik oknum TNI.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penculikan warga Desa Pucangrejo Kecamatan Wonosalam terjadi, Jumat (27/05/2011) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu orangtua kedua korban sedang keluar rumah. "Saat itu di rumah hanya ada Rudi dan Andik saja," kata Ngadiyono (36), orang tua korban kepada wartawan di Mapolsek Wonosalam, Sabtu (28/5/2011).

Ngadiyono menceritakan, dirinya mengetahui jika kedua anaknya hilang baru tadi pagi. Menurut keterangan sejumlah tetangga, lanjut dia, semalam ada dua orang berambut cepak dengan mengendarai mobil yang diparkir tepat di depan rumahnya. Beberapa saat kemudian, tetangga Ngadiyono melihat kedua anaknya dibawa.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Ngadiyono mengaku mendapat telepon dari seorang oknum TNI yang mengaku yang bertugas Surabaya bernama Kopral L dan Lettu A. "Dia bilang kedua anak saya sekarang ada di tangannya," kata Ngadiyono sembari terlihat gugup.

Dalam penbicaraan melalui telepon genggam, kata dia, L enggan mengatakan kondisi dan posisi kedua anaknya. "Dia berjanji akan bertemu dengan saya pukul 13.00 siang tadi dan mengembalikan kedua anak saya. Namun hingga saat ini tak ada kabar," ungkap Ngadiyono.

Ngadiyono menduga, motif dua oknum TNI yang menculik anaknya karena persoalan bisnis. Namun saat beberapa wartawan mencoba menanyakan apa bisnis tersebut, Ngadiyono enggan menyebutkan. "Saya dan L terlibat bisnis, dugaan saya itu," ujarnya

Sementara Kasubag Humas Polres Jombang, AKP Yogas saat dikonfirmasi membenarkan adaya laporan tersebut. Bahkan pihaknya mengaku akan bekerjasama dengan institusi tersebut untuk menyelidiki laporannya. "Kita masih mencoba untuk berkoordinasi perihal kasus ini," kata Yogas.


(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait