Pasalnya, agenda kegiatan gubernur cukup padata dan warga dijanjikan akan ditemui orang nomor satu di pemerintahan Provinsi Jatim itu pada Senin pekan depan.
"Hari ini saya tidak bisa, karena mulai pagi tadi kegiatannya padat," kata Soekarwo, Sabtu (28/5/2011).
Pada Kamis (26/5/2011) lalu, ratusan warga 45 RT dari Desa Besuki Kecamatan Jabon, Desa Mindi, Pamotan Kecamatan Porong dan Desa Ketapang Kecamatan Tanggulangin, mulai bapak, ibu hingga anak-anak berjalan kaki dari pemukimannnya menuju ke Jalan Raya Porong. Dalam aksinya, mereka menutut pemerintah untuk segera mengeluarkan Keppres dan memasukkan wilayahnya ke peta terdampak.
Selain berorasi dan menggelar berbagai poster, warga juga memblokir dua jalur Raya Porong baik dari arah Malang menuju ke Surabaya dan sebaliknya. Aksi warga ini bubar setelah mendapatkan harapan dari Bupati Sidoarjo Saiful Illah yang akan menyampaikan tuntutan warga ke pemerintah pusat maupun pertemuan dengan Gubernur Jatim hari ini.
Namun rencana pertemuan warga pada hari ini batal, karena sejak pagi Soekarwo menghadiri kegiatan seperti Sosialisasi Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bekerjasama dengan TP PKK di Kantor Dinas Pendidikan Jatim, menghadiri peresmian rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Gunungsari bersama Menteri Perumahan Rakyat (Menpera).
"Senin jam 07.00 WIB pagi saya temui. Tak senanane engko. Wes diperjuangno sampai presiden wes setuju se demo nutup dalan. (Akan saya marahi nanti. Sudah diperjuangkan hingga presiden sudah menyetujinya masih demo menutup jalan)," ujar Pakde Karwo sambil tersenyum.
(roi/fat)










































