Tanggul Penahan Air Bengawan Solo di Lamongan Longsor

Tanggul Penahan Air Bengawan Solo di Lamongan Longsor

- detikNews
Kamis, 26 Mei 2011 13:04 WIB
Tanggul Penahan Air Bengawan Solo di Lamongan Longsor
Lamongan - Tanggul Bengawan Solo di Desa Keduyung, Kecamatan Laren, Lamongan, longsor sepanjang kurang lebih 150 meter. Longsornya tanggul Bengawan Solo ini terjadi akibat Bendungan Gerak Babat (Babat Barrage) ditutup sehingga volume air turun drastic dan menyebabkan tanggul longsor.

Longsornya tanggul ini membuat warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo menjadi resah. Longsornya tanggul Bengawan Solo yang ada di Desa Keduyung ini terjadi sejak, Rabu (25/5/2011) malam.

Kepala Desa Keduyung, Edi Purnomo kepada wartawan mengatakan, penyebab longsornya tanggul bengawan Solo yang ada di desanya tersebut terjadi karena ditutupnya pintu air yang ada di Babat Barrage. Air bengawan solo yang turun drastic akibat penutupan pintu air menyeret tanah di sekitar tanggul. "Air yang menyeret tanah inilah yang mengakibatkan longsor," terangnya.

Longsornya tanggul ini, lanjut Edi Purnomo, membuat warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo resah. Pasalnya, longsornya tanah ini bias semakin parah jika debit air sungai Bengawan Solo semakin surut. "Bagaimana tidak resah, lha wong jarak antara rumah warga dengan longsornya tanggul hanya berjarak sekitar 10 meter," terangnya.

Agar longsor tidak terlalu parah, saat ini warga sekitar bergotong royong untuk memotong pohon-pohon yang berada di pinggir tanggul. "Selain khawatir air semakin surut, kami juga khawatir jika air semakin tinggi maka tanggul akan jebol," tandas Nurfatun, seorang warga Desa Keduyung yang tinggal di tepi tanggul tersebut.

Selain berfungsi sebagai tanggul penahan air Bengawan Solo, tanggul ini juga berfungsi sebagai jalan desa. Untuk menghindari agar tidak menimbulkan korban akibat dipakainya sebagai jalan desa, warga kini menutup jalan tersebut dan warga disekitar tanggul diminta untuk selalu waspada.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini