"Kami sangat kecewa atas perlakuan ini. Kami merasa dilecehkan," ujar Supandi, salag seotang pengunjuk rasa kepada detiksurabaya.com usai keluar dari kantor bupati, Rabu (25/5/2011).
Meski tidak ditemui orang nomor satu di Kota Udang, namun warga korban dampak lumpur ini sedikit terobati dengan kedatangan Sholahudin Wahid, adik Gus Dur. Gus Solah panggilan pengasuh Ponpes Tebu Ireng Jombang ini sempat sekitar 10 menit di depan kantor bupati Sidoarjo..
Mengenakan busana Batik warna hijau dengan celana dan kopyah hitam, ia menyatakan bahwa Lapindo harus segera menghentikan proses pengeboran di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
"Saya harap bupati Sidoarjo dapat membantu warga untuk menghentikan pengeboran di daerah porong," ujar Gus Solah.
Massa dari 8 desa di 3 kecamatan mendatangi kantor bupati Sidoarjo menuntut agar Saiful Ilah menolak rencana Lapindo memperdalam sumur gas yang telah ada. Warga trauma dengan semburan lumpur yang sampai saat ini masih belum berhenti.
(bdh/bdh)











































