Masih Ada Konflik Internal di Arema

Masih Ada Konflik Internal di Arema

- detikNews
Rabu, 25 Mei 2011 13:18 WIB
Masih Ada Konflik Internal di Arema
Malang - Konflik internal belum menjauhi Arema. Setelah gaji pemain belum dibayarkan selama beberapa bulan, kini dikabarkan ada pemain mereka yang terlibat keributan saat berlatih.

Pada latihan rutin Arema Indonesia digelar di Stadion Gajayana, Rabu (25/5/2011) pagi, dua pemain yakni Zulkifli dan Roman Chmelo nyaris terlibat adu fisik. Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, latihan rutin dipimpin langsung pelatih Mirolav Janu itu dibagi menjadi tiga kelompok. Zulkifli kebetulan tak satu kelompok dengan Roman.

Di sela latihan, satu sama lain saling mengolok. Bahkan, Zulkifli sempat mengacungkan tangannya ke atas. Seraya terus mengolok Roman yang berdiri sekitar lima meter dari dirinya.

Hingga kini, kedua pemain itu belum dapat dikonfirmasi atas peristiwa tersebut. Saat dihubungi melalui telpon genggamnya, Zulkifli enggan menjawab, meskipun nada sambung berbunyi.

Kendati demikian, Media Officer Arema Indonesia, Sudarmadji, membantah adanya bentrok dua pemain saat latihan. Hanya saja, kedua pemain terlibat saling olok saat latihan digelar.

"Tidak ada keributan, hanya saling olok. Dan tidak berlanjut," jelasnya dihubungi melalui telpon genggamnya.

Latihan tadi dibagi tiga kelompok. Zulkifli dan Roman tak satu kelompok. Keduanya saling mengejek kalah dan menang. Hanya itu saja."

"Ini guyonan, bukan serius. Mereka kini sudah biasa. Tak sampai berlarut," ungkapnya.

Seperti diketahui, beberapa pemain Arema belum menerima hak 2,5 bulan gaji buat musim ini, selain tunggakan 2,5 bulan gaji yang seharusnya ia terima musim lalu.

Gelandang Arema, Ahmad Bustomi mengaku bahwa para pemain sudah terlalu lelah untuk menuntut hak yang seharusnya mereka dapatkan. Janji yang diucapkan pengurus bahwa gaji akan segera dibayar, tidak terwujud sampai sekarang.

Arema sendiri tengah mencari pemilik baru. Namun, usaha tersebut mandek lantaran kursi direksi kosong." Iya kekosongan itu jadi masalah utamanya. Kosongnya kursi direksi, membuat investor tak mau memberikan modalnya ke Arema. Dan harus diisi dulu," ujar presiden klub Rendra Kresna.

(bdh/bdh)
Berita Terkait