Mahasiswa UIN Demo Tuntut Pembantu Rektor Mundur

Mahasiswa UIN Demo Tuntut Pembantu Rektor Mundur

- detikNews
Senin, 23 Mei 2011 11:49 WIB
Malang - Belasan mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim menggelar aksi depan rektorat, Senin (23/5/2011). Dalam aksinya, mahasiswa menuntut Agus Maimun selaku Pembantu Rektor (PR) III mundur dari jabatannya.

"PR III telah melakukan intervensi dan terlalu jauh mencampuri pemilu BEM. Kami meminta rektor mencopot dia dari jabatannya," ujar In'am humas aksi dari mahasiswa tersebut.

Mahasiswa jurusan Syariah ini menambahkan PR tiga telah melakukan kesalahan dengan melakukan penghitungan suara hasil Pemilu Raya BEM digelar Tanggal 26 April 2011 lalu, di ruang kerjanya, Sabtu (21/5/2011), kemarin. Padahal, pihaknya telah menuntut pemilu dibatalkan, karena adanya pelanggaran aturan oleh salah satu calon. "Pemilu itu sudah gagal, mengapa surat suara dihitung," jelasnya.

Belasan mahasiswa menggelar aksi ini merupakan pendukung dari Ilham calon diusung Partai Pencerahan maju dalam Pemilu Raya BEM UIN Maliki Tahun 2011 ini. Ini merupakan aksi ketiga kalinya mereka menolak digelarnya pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa itu. Seperti halnya, dalam aksi sebelumnya, mahasiswa ini kembali terlibat adu fisik dengan petugas keamanan kampus, karena memaksa masuk ke dalam ruang rektorat.

Bentrok berawal dari mahasiswa memaksa menerobos pagar betis belasan satpam kampus di depan pintu. Kericuhan tak terhindarkan, saat kedua belah pihak, memaksakan diri. Untungnya, adu fisik dapat direndam oleh aparat kepolisian yang mendatangi lokasi.

Peristiwa serupa juga terjadi hari ini, belasan mahasiswa pendukung Partai Pencerahan kembali terlibat adu fisik dengan satpam kampus, saat membuat pagar betis sebagai penghalang masuk ke kantor rektorat. Tapi kericuhan tak berlangsung lama, emosi mahasiswa berhasil diredam, ketika pihak rektorat. Berjanji menyampaikan aspirasi mereka kepada rektor.

Sekretaris rektorat menghubungi Rektor UIN Maliki Imam Suprayogo sesuai tuntutan mahasiswa. Dalam pembicaraan melalui telepon itu, rektor berjanji besok akan bertemu dengan mahasiswa guna meminta penjelasan langsung terkait tuntutan mereka.

"Besok pak rektor, mau menemui kami. Momen itu, kami gunakan untuk meminta rektor menunda pemilu BEM dan mengganti PR 3," ujar Sekjen Partai Pencerahan Hambali Hasan kepada detiksurabaya.com. Usai mendengar langsung jawaban
rektor, belasan mahasiswa inipun menyudahi aksinya.

(fat/fat)
Berita Terkait