Peristiwa ini menimpa, Usman (40), Abdul Gani (55), Nasruhi (45), Ismail (50), Isro (39) serta Sumitro (29) warga Desa Blimbingsari Kecamatan Rogojampi. Mereka masih satu kerabat dekat.
"Tadi sempat siuman, tapi tidak tertolong lagi," jelas Isro, korban selamat saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi, Minggu (22/5/2011).
Sumitro meninggal dunia setelah sempat dirawat di Pusat Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Rogojampi. Sedangkan Empat lainnya, Nasruhi, Ismail, Usman dan Abdul Gani, masih dirawat di PKU Muhammadiyah Rogojampi.
"Alahmdulillah saya tidak sampai parah," tambah Isro.
Rata-rata para korban mengalami luka bakar di kedua tangannya. Namun para korban yang selamat diperiksa secara intensif untuk mengetahui dampak lainnya yang membahayakan kesehatan.
Peristiwa itu terjadi saat para korban membantu Ahmad, kerabatnya untuk menggeser tiang antena televisi. Rencananya, tiang besi antena itu akan dipindah ke belakang rumah.
Namun saat tiang setinggi 15 meter itu diturunkan, tiba-tiba saja angin berhembus kencang. Hembusan kuat itu membuat para korban tidak mampu mengendalikan tiang antena.
"Hingga akhirnya tiang ambruk ke selatan dan menyentuh kabel PLN bertegangan tinggi. Saya langsung pingsan," ungkap Nasruhi, saat terbaring lemah di PKU Muhammadiyah.
Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Rogojampi. Sementara polisi hanya meminta keterangan dari para saksi dan korban yang selamat.
(fat/fat)










































